Senin, 16 Oktober 2017

Inilah Pesan Rasulullah SAW Kepada Para Orang Tua


Bismillah

Diriwayatkan oleh Abdullah Ibnu Amir yang menceritakan masa kecilnya, bahwa ibunya memanggilnya, sedang saat itu Rasulullah SAW sedang berada di rumah kami. Ibunya berkata. “kemarilah aku akan memberimu sesuatu!” Nabi SAW bertanya kepada ibunya, “ apakah yang akan engkau berikan kepadanya?” ibunya menjawab, “aku akan memberinya buah kurma” Melihat gelagatnya, nabi Muhammad SAW pun bersabda: “ingatlah jika engkau tidak memberinya suatu apa pun, niscaya akan dicatatkan sekali dusta terhadapmu.”(abu dawud, kitabul adab 4339, dan ahmad, musnadul makkiyin 15147)

Sesungguhnya anak-anak itu senantiasa mengawasi sepak terjang orang-orang dewasa dan meniru perbuatan mereka. Oleh karena itu, janganlah sekali-kali kedua orang tua berbohong terhadap anaknya dengan cara apa pun.

Seseorang pernah bercerita, “suatu ketika seorang guru duduk bersama  dengan muridnya. Murid itu berkata pada gurunya. Ibu bila nanti adikku datang dan menanyakan saya, katakan padanya kalau saya sudah pulang. ‘Sang guru menjawab, kenapa ibu harus berbohong? Bukankah berbohong itu pebuatan yang tidak baik. Kemudian murid itu berkata, sekali ini aja bu, lagian ini juga  untuk kebaikan”.

Suara hati manusia pada dasarnya bersifat universal, dengan catatan manusia tersebut telah mencapai titik zero dan terbebas dari berbagai masalah. Sebagaimana firman Allah SWT:








Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.                            (TQS. As-Sajadah 32 : 9)

Di ayat tersebut Allah SWT meniupkan ruh ciptaanNya yang bersifat mulia kepada manusia, maka sebenarnya Allah SWT telah meniupkan pula keinginannya ke dalam hati manusia, kecuali hati dalam keadaan terutup.

Di sekolah, setiap anak perlu belajar membangun kepribadian islam dalam dirinya, agar iya memungkinkan membangun kepribadian dalam masyarakat, tempat iya berkarya nantinya yang pada gililirannya dapat pula menyumbang kearah pembentukan kepribadian suatu bangsa. Salah satu caranya adalah dengan menunjukkan kejujuran dan berani bicara sesuai kenyataan, menepati janji, atau melakukan apa yang di janjikan dan bertindak konsisten dan disiplin. Setiap orang bisa belajar mendisiplinkan dirinya, maka keberhasilan hanyalah soal waktu dan kemurahan Allah SWT. Dari anas bin Malik r.a. telah berkata, Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang terbebas dari ucapan dusta akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga”. (HR. Tirmidzi). 

Semoga ayah bunda dapat mengambil hikmah dari kisah tersebut.(Eka)

Like dan Share : FB Homeschooling PPU
Email : hsgkuppu@gmail.com
Telp/WA : 0853 4848 9448 (Faiz Abdillah)

Donasi, Infaq, Shodaqoh serta Dukungan dari ayah bunda untuk HSG PPU silahan klik: DONASI

0 komentar: