Selasa, 13 Februari 2018

Tahapan mengajarkan Anak Shalat

sumber gambar: google.com

Bismillah

1)   Tingkatan perintah untuk shalat
Orang tua mulai memberi perintah untuk shalat. Anak diajak shalat bersama ketika anak sudah mulai mengerti dan mengetahui mana arah kanan dan kiri. Sebagaimana di riwayatkan oleh Ath-Thabrani dari Abdullah bin Habib bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang anak dapat membedakan mana kanan dan kiri, maka perintahkanlah dia untuk mengerjakan shalat.”

2)   Tingkatan mengakjarkan shalat pada anak
Orang tua mengajarkan rukun-rukun shalat, kewajiban-kewajibanya dan pembatal-pembatalnya. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Sabroh bin Ma’bad al Juhani RA., Rasulullah SAW bersabda: “Perintahkanlah anak kecil untuk shalat apabila sudah berusia 7 tahun. Apabila sudah mencapai usia 10 tahun, maka pukullah untuk shalat.”

3)   Tingkatan perintah untuk shalat di sertai ancaman pukulan
Ini di mulai usia 10 tahun. Apabila meninggalkan shalat atau bermalas-malasan maka orang tua boleh memukulnya sebagai hukuman baginya karena tidak menunaikan hak dirinya sendiri dan kezalimannya mengikuti syaithon.

4)   Melatih anak untuk ikut shalat jum'at
Dari Jabir bin Abdillah RA. Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “ Barang siapa beriman kepada Allah  dan hari akhir, maka dia harus melaksanakan shalat jumat, kecuali orang yang sedang sakit, orang yang sedang dalam perjalanan, wanita, anak kecil atau budak. Barang siapa yang merasa tidak membutuhkannya dengan perbuatan sia-sia atau perdagangan, maka ketahuilah bahwa Allah sama seklai tidak membutuhkannya. Allah Maha kaya lagi Maha Terpuji.”

Dengan melatih anak sholat jum'at maka jika dia sudah baligh membuatnya sudah terbiasa melakukannya. Begitupun dengan dampak positif ketika dia mendengar khutbah jum'at. Dengan terbiasa berkumpulnya kaum Muslimin dan dapat merasakan menjadi bagian dari masyarakat serta telah mengenal para ulama dan da'i yang memiliki pengaruh besar, dan lain sebagainya.

5)   Mengajak anak untuk melaksanakan shalat malam
Anak-anak para sahabat tidak cukup hanya mendirikan shalat lima waktu, mereka juga masih menambah dengan shalat malam, sebagaimana yang di lakukan oleh Ibnu Abbas RA. Diriwayatkan oleh Bukari dari Ibnu Abbas RA:

Aku menginap di rumah bibiku, Maimunah binti Al harits, istri Nabi SAW. Nabi SAW malam itu berada dirumahnya. Nabi SAW shalat Isya’. Kemudian, beliau ulang dan mengerjakan shalat 4 rakaat. Setelah itu beliau tidur. Kemudian beliau bangun dan bersabda, “ Anak ini sudah tidur.” Atau kalimat yang mirip dengannya. Kemudian, beliau berdiri dan shalat. Aku pun berdiri disamping kiri beliau. Lalu Beliau memindahkanku ke samping kanan beliau. Beliau shalat 5 rakaat. Kemudian meneruskannya dengan shalat 2  rakaat. Setelah itu, Beliau tidur sampai aku mendengar dengkur Beliau. Kemudian Beliau pergi untuk shalat (subuh).

6)   Membiasakan anak melakukan shalat Istikhoroh
Di riwayatkan oleh Ibnu Sunni, bahwasanya Nabi SAW bersabda : “Wahai Anas, apabila engkau merasa bimbang tentang suatu masalah, maka  mintalah pendapat (shalat istikhoroh) kepada Rabbmu sebanyak 7 kali. Kemudian, lihat apa yang terlintas di hatimu. Sebab, di sanalah ada kebaikan.”

7)   Menemani anak ketika Shalat Hari Raya
Dari Abdullah bin Umar ra, Bahwasanya Rasulullah SAW biasa pergi untuk shalat Hari Raya bersama Al Fadl bin Abbas, Abdullah bin Abbas, Ali, JA’far, Al Hasan, Al Husain, Usamah bin Zaid, Zaid bin Haritsah, Aiman bin Ummi Aiman sambil membaca tahlil dan takbir dengan suara tinggi. Beliau mengambil jalan  Hadadain hingga sampai di tempat shalat. Setelah selesai shalat, beliau mengambil jalan menyamping hingga samapi dirumah beliau. Diriwaytakan oleh Ibnu Khuzaimah dalam shohihnya (2/343). Pentahqiq, Musthofa Al-A’zhomi berkata “sanadnya dhoif”.[SA]

Disadur dari Manhaj at Tarbiyah an Nabawiyah lith thifl .
Like dan Share : FB Homeschooling PPU
Email : hsgkuppu@gmail.com
Telp/WA : 0853 4848 9448 (Faiz Abdillah)


Donasi, Infaq, Shodaqoh serta Dukungan dari ayah bunda untuk HSG PPU silahan klik: DONASI

0 komentar: