Selamat Datang di Homeschooling setara SD Penajam Paser Utara

Ahlan wa sahlan kepada ayah bunda dimanapun berada. Alhamdulillah bersua lagi di laman web homeschooling PPU setara SD, semoga ayah bunda mendapatkan banyak inspirasi kebaikan di dalamnya

Tertawa Itu Secukupnya

Islam adalah agama yang sempurna, semua aktifitas kehidupan pada diri manusia telah diatur didalamnya.

Kreasi Majalah dinding-mading ananda HSG PPU

Alhamdulillah hari ini siswa siswi HSG setara SD PPU tengah menyibukan diri bersama rekan-rekannya menyelesaikan tugas sesuai arahan dari ustadzah di sekolah

Manfaat Bangun di Awal Hari

Bangun diawal hari merupakan sebuah perjuangan yang berat dilakukan oleh sebagian orang. Terlebih yang aktifitas masuk kerja mereka dimulai pada pukul 08:00-09:00 pagi.

Stop Duplikasi Kekerasan Pada Anak

Ketika bersama ananda maupun melihat anak orang lain, terkadang terlihat perilaku mereka yang membuat kita tercengang dan segera mengintrospeksi diri dan lingkungan.

Rabu, 31 Januari 2018

Manfaat Bangun di Awal Hari

sumber gambar: google.com
Bismillah

Bangun diawal hari merupakan sebuah perjuangan yang berat dilakukan oleh sebagian orang. Terlebih yang aktifitas masuk kerja mereka dimulai pada pukul 08:00-09:00 pagi. Hal ini disebabkan karena belum terbiasa bangun ketika hari masih gelap. Selain udara yang dingin ditambah belum adanya kegiatan rutin yang dapat dilakukan antara jeda waktu tersebut menyebabkan sebagian orang lebih memilih bangun ketika matarahari sudah muncul di ufuk timur dibandingkan melawan rasa kantuk yang menggelayuti mata manusia.

Mengapa bangun di awal hari sangat berat bagi kebanyakan manusia, dalam hadist riwayat Al Bukhari kita bisa menemukan jawabannya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan bahwa ketika seseorang tidur, syetan mengikatnya dengan tiga ikatan. Jika tidak dilepaskan, ikatan-ikatan ini berpengaruh pada jiwa dan semangat. Khususnya semangat beramal pada hari itu. Lalu bagaimanakah cara melepaskan ikatan-ikatan tersebut? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ ، يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ ، فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ ، فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ ، فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ ، وَإِلاَّ أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ

“Ketika kalian tidur, syetan membuat tiga ikatan di tengkuk kalian. Di setiap ikatan setan akan mengatakan, “Malam masih panjang, tidurlah!” Jika ia bangun lalu berdzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika ia berwudhu, lepas lagi satu ikatan berikutnya. Kemudian jika ia mengerjakan shalat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, jiwanya jadi kotor dan malas.” (HR. Al Bukhari)
Ternyata pesan dalam hadist tersebut mengandung pesan penuh hikmah bagi keluraga muslim, agar bersemangat mengamalkan amalan sunnah nan mulia tersebut agar dalam beraktifitas sehari penuh kita mendapat keberkahan dan ridho Allah SWT.

Bagi keluarga muslim, bangun di awal hari merupakan sebuah permulaan yang didalamnya penuh keberkahan. Sesaat setelah kita membuka mata dan membaca doa bangun tidur, dilanjutkan dengan berwudhu dan melaksanakan sholat tahajud sambil bermunajat keada Dzat yang Maha Pencipta sebagai bentuk kesyukuran kita masih diberikan amanah dan kesempatan beramal sholih di hari ini. 

Dalam sebuah hadist dikatakan “Sesudah shalat Subuh maka janganlah kamu tidur sehingga kamu tidak lalai dalam mencari rezeki.” (HR. Ath-Thabrani)

Di hadist yang lain disebutkan pula: “Bangunlah di pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhanmu. Sesungguhnya pada pagi hari terdapat barakah dan keberuntungan.” (HR. Ath-Thabrani)

Islam mengajarkan kita untuk senantiasa produktif dimanapun dan kapanpun kita berada, terlebih lagi Allah SWT telah memberikan panduan bahwa dengan bangun lebih awal kita tentu akan mendapatkan keberkahan dan keberuntungan yang tidak diberikan kepada orang-orang yang bangun setelah hari telah terang benderang, kata orang rezekinya diambil orang atau lebih populer dengan istilah rezekinya dipatok ayam. 

Selain diperintahkan untuk bangun diawal hari, larangan tidur setelah pelaksanaan sholat shubuh tentu memiliki tujuan yang mulia, dari sisi kesehatan tidur setelah shubuh membuat tubuh menjadi lemah,lemas serta tidak baik untuk kesehatan kita. Salah satu tips agar tidak mudah mengantuk setelah terbangun diawal hari adalah dengan membuat beberapa pilihan kegiatan positif yang bisa kita lakukan seperti mengaji dan menghafalkan Al Qur'an, membaca shiroh Rasulullah dan sahabat, ataupun berolah raga. Apabila kita tidak berencana melakukan olah raga ada baiknya mandi menggunakan air dingin, disamping membuat badan terasa segar, pikiran menjadi lebih fresh dan fokus, badan kita pun terhindar dari keringat serta bau badan yang kurang sedap.

Bagaimana ayah bunda? setelah membaca artikel ini tentu kita semakin bersemangat untuk memulai hari dengan bangun di awal hari, mari ajak anak-anak kita untuk dapat menikmati keberkahan dan keberuntungan yang telah Allah SWT siapkan bagi keluarga muslim yang memulai aktifitas diawal hari, dengan bangun lebih awal ananda dapat dipastikan bisa tiba di sekolah tepat waktu terlebih bila keluarga kita khususnya ananda dapat menjadi inspirasi kebaikan untuk teman-temannya, asyik bukan. [Li] 
 
Like dan Share : FB Homeschooling PPU
Email : hsgkuppu@gmail.com
Telp/WA : 0853 4848 9448 (Faiz Abdillah)


Donasi, Infaq, Shodaqoh serta Dukungan dari ayah bunda untuk HSG PPU silahan klik: DONASI

Selasa, 30 Januari 2018

Tertawa Itu Secukupnya

sumber gambar: google.com
Bismillah

Islam adalah agama yang sempurna, semua aktifitas kehidupan pada diri manusia telah diatur didalamnya. Salah satunya adalah bagaimana seseorang mengungkapkan perasaan yang muncul ketika mendengar candaan yang mengundang tawa. Tak jarang saat berinteraksi dan bercengkrama bersama keluarga di rumah, maupun ketika berkumpul bareng teman di sekolah sering kita temui salah seorang diantaranya mengisahkan atau menceritakan kisah-kisah yang lucu yang mengundang semua orang  tak dapat menahan tawa.

Tertawa adalah fitrah, karena ia adalah bagian dari perasaan yang telah Allah SWT berikan pada manusia. Layaknya perasaan sedih dan gembira, ia menyatu dalam diri manusia, umumnya perasaan ini muncul saat seseorang sedang gembira dan tertawa merupakan anugerah yang mahal harganya. Bisa kita bayangkan bagaimana sulitnya kehidupan seseorang apabila selama ia hidup di dunia ini tak pernah merasakan perasaan tersebut.

Namun di dalam Islam telah diatur bagaimana seharusnya seorang muslim mengungkapkan perasaan gembiranya berupa tawa. Rasulullah SAW dalam sebuah hadistnya berpesan:


وَلاَ تُكْثِرِ الضَّحِكَفَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

Janganlah banyak tertawa! Sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati (HR At-Tirmidzi no. 2305)

Dari hadist tersebut kita dapat mengambil pelajaran bahwa sesungguhnya Islam tidak melarang kita untuk tertawa, di dalam Islam diatur agar setiap muslim dalam tertawa tidak berlebihan dan tertawa secukupnya sesuai kebutuhan, jika berlebihan maka ada akibat buruk yang akan menimpa kita, yakni matinya hati yang merupakan awal mudahnya seseorang melakukan berbagai pelanggaran syariat.

Berikut diantara beberapa pelanggaran yang menandakan matinya hati seseorang:
  • Berani meninggalkan Sholat Fardhu
  • Tenang tanpa merasa berdosa padahal melakukan dosa besar
  • Tidak mau membaca bahkan menjauh dari ayat-ayat Al Qur’an
  • Terus menerus melakukan perbuatan maksiat
  • Sibuk dan mudah menggunjing, buruk sangka, merasa dirinya lebih suci dari saudaranya yang lain dengan menyandarkan pada perasaan semata
  • Tidak suka diberi nasehat kebaikan dan ketaqwaan serta membenci ulama
  • Tidak ada rasa takut akan peringatan kematian, kuburan & akhirat
  • Cinta mati pada dunia dan tidak peduli cara mendapatkan rizqi halal / haram yang penting kaya
  • Masa bodoh dengan keadaan saudaranya dan orang lain, bahkan bisa jadi keluarganya sekalipun menderita
  • Pendendam dan sulit untuk memaafkan dan meminta maaf
  • Sangat pelit
  • Cepat marah karena keangkuhan, kesombongan & dengki
Benarlah apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW di atas bahwa banyak tertawa dapat mematikan hati. Beberapa contoh kebiasaan tertawa yang sebaiknya dikurangi dan dihindari sejak dini adalah mudah menertawakan saudaranya yang sedang tertimpa musibah, seperti saat ada temannya terjatuh, sunnahnya adalah membantu dan menolongnya serta menanyakan kondisi teman kita, tetapi saat ini umumnya yang dilakukan pertama kali secara spontan biasanya adalah ada yang menertawakannya. Begitu pula yang sering kita saksikan di beberapa program hiburan layar kaca, jika ada pemeran yang terkena musibah spontan pemeran lain dan penonton di studio dengan suara lantang menertawakan tingkah tersebut, tentu ini bukanlah akhlak muslim yang baik. 

Hal-hal diatas tentu secara perlahan namun pasti dapat membuat hati kita tertutup dan dapat melenakan jiwa serta rasa empati kita terhadap saudara kita yang sedang tertimpa musibah, meskipun terlihat remeh. Hal ini yang mulai memudar dalam kehidupan saat ini. Alhamdulillah dengan hadirnya pola pendekatan pendidikan berbasis aqidah Islam, generasi penerus bangsa dapat kita didik dengan akhlakul karimah serta keimanan yang kuat, sehingga mudah tersentuh hatinya untuk menerima kebenaran, senantiasa mau berbagi, mengasihi orang yang kurang mampu, gemar tolong menolong, saling berbagi serta mampu memberikan  kebaikan dimanapun mereka berada hingga menjadi inspirasi kebaikan dalam rangka menggapai ridho Ilahi Robbi.[Li]

Like dan Share : FB Homeschooling PPU
Email : hsgkuppu@gmail.com
Telp/WA : 0853 4848 9448 (Faiz Abdillah)


Donasi, Infaq, Shodaqoh serta Dukungan dari ayah bunda untuk HSG PPU silahan klik: DONASI

Kamis, 25 Januari 2018

Kreasi Majalah dinding-mading ananda HSG PPU

Close up mading karya kelas Utsman bin Affan
Bismillah

Alhamdulillah hari ini siswa siswi HSG setara SD PPU tengah menyibukan diri bersama rekan-rekannya menyelesaikan tugas sesuai arahan dari ustadzah di sekolah, kegiatan berkarya minggu ini adalah kreasi membuat majalah dinding (mading). Aktifitas pembuatan mading kreasi memang berbeda dibandingkan dengan proses pembuatan mading pada umumnya, terlebih bila peserta yang membuatnya adalah anak-anak, tentu lebih ramai dan tak jarang terjadi kehebohan karena masing-masing kelas tidak ingin diketahui proses pembuatan mading sebelum selesai dimodifikasi.

Anak-anak kelas Utsman bin Affan yang merupakan kelas terbesar di HSG PPU, memiliki tampilan mading yang lebih padat, lengkap dengan artikel singkat berisikan pesan-pesan menggugah, di pojok mading tampak gambaran otak karya mereka lengkap dengan warna dan penjelasan nama beserta fungsinya. Anak-anak kelas Abu Bakar tidak mau kalah dengan menyertakan kreasi kertas lipat (origami) berbentuk kapal dan kupu-kupu beraneka warna, beberapa baris artikel ringan dan renyah dan list mading di bagian samping dan bawah. Sementara kelas Ali bin Abi Thalib yang merupakan kelas paling bawah di HSG PPU mencoba mengkreasikan mading dengan bahan kain bermotif sebagai dasarnya. Hiasan tangan dengan warna menjadi daya tarik mereka dilengkapi origami bunga beraneka warna tampak cantik berbahan kain perca.

Hingga waktu istirahat hampir tiba tampak beberapa anak masih sibuk melengkapi bagian-bagian hiasan mading beserta pernak perniknya agar mading terlihat lebih menarik lengkap dengan aksesoris yang imut dan lucu, besar harapan mereka mendapatkan penilaian tertinggi yang nanti akan dinilai oleh ustadz Iskandar selaku Kepala Sekolah HSG PPU.

Aktifitas membuat mading memang membutuhkan kesabaran serta kesungguhan agar dapat selesai tepat waktu. Disamping itu anak-anak juga dapat belajar menjalankan amanah sesuai arahan yang diberikan oleh ustadzah wali kelas. Tak sabar rasanya melihat wajah ceria anak-anak saat mading mereka nanti telah terisi penuh dengan berbagai artikel dan pernak pernik yang lucu dan imut. [FA]

Email : hsgkuppu@gmail.com
Telp/WA : 0853 4848 9448 (Faiz Abdillah)
      

Donasi, Infaq, Shodaqoh serta Dukungan dari ayah bunda untuk HSG PPU silahan klik: DONASI

Rabu, 03 Januari 2018

Sosialisasi Metode UMMI dan Short Course UMMI jilid 1-3


Bismillah

Alhamdulillah pada hari ahad, 24 Desember 2017 bertempat di Mushola Darus Shofa Samsat      yang beralamat di Jl. Propinsi KM. 4,5 Kel.Nenang, Homeschooling PPU mengadakan event sosialisasi metode baca Al Qur'an metode UMMI sekaligus dirangkai dengan pengenalan singkat berupa short course UMMI jilid 1-3. Para peserta terdiri dari guru HSG PPU, orang tua siswa HSG PPU dan tampak pula beberapa imam masjid dan ustadz serta ustadzah pengajar TPQ,TPA,PAUD, Panti Asuhan, perwakilan dari Islamic Center Penajam Paser Utara, dari kalangan umum juga individu masyarakat yang tertarik dengan dunia pengajaran Al Qur'an.

Acara dimulai dengan sambutan oleh M.Iskandar selaku Kepala Sekolah HSG PPU dilanjutkan oleh ustadz Afif, S.Pdi dengan pemaparan detil motivasi utama mengapa kaum muslimin harus pandai membaca serta memahami kandungan dari Al Qur'an, penjelasan tersebut membuka mata kita bahwa saat ini banyak diantara kaum muslimin yang tidak sadar telah meninggalkan perkara besar yang dapat mempengaruhi hidupnya kelak saat berjumpa dihadapan Allah SWT di Yaumil Hisab, banyak dikalangan masyarakat tidak menyadari diantara orang yang membaca Al Qur'an ada juga yang mendapatkan laknat Al Qur'an itu sendiri sehingga bukannya pahala yang ia dapatkan tetapi justru malapetaka karena tidak memiliki ilmu membaca Al Qur'an, inilah pentingnya kita memahami kaidah pengucapan huruf yang benar beserta tanda bacanya yang lebih dikenal dengan ilmu tajwid.

Ustadz Malik, S.Psi selaku pimpinan UMMI daerah Balikapan menjelaskan dengan gamblang tentang visi dan misi metode baca Al Quran UMMI yang ternyata memiliki filosofi yang sangat dekat dengan dunia ibu. Bagaimana seharusnya kepribadian seorang pengajar Al Qur'an yang  disiapkan oleh UMMI diharapkan akan menumbuhkan semangat dan motivasi yang kuat dalam diri anak-anak didik memahami bahwa belajar Al Qur'an itu mudah, para ustadz dan ustadzah akan selalu dirindukan karena kebaikan akhlaknya dalam mengajar sebagaimana seorang anak yang akan selalu ingat dan merindukan ibunya dirumah. Dengan prinsip mudah, menyenangkan dan menyentuh Hati inilah kunci sukses pengajaran metode UMMI. Adapun strategi dalam pengajaran menggunakan 3 langkah utama yakni: direct method (langsung), Repetition (diulang-ulang) dan affection (kasih sayang yang tulus). Kelebihan lain yang di miliki UMMI adalah tidak hanya bersanad imam Hafs yang sampai kepada Rasulullah SAW UMMI juga memiliki kontrol khusus kepada para pengajarnya agar senantiasa sesuai dengan manajemen mutu di daerah, sehingga pengajar UMMI pusat dan daerah  emmiliki kualitas yang baik dan terjaga, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat yang utuh dengan berkembangnya metode ini di Indonesia. Semoga usaha para ustadz dan ustadzah dalam mengenalkan metode ini kepada masyarakat merupakan amal jariyah yang kelak akan mendapatkan balasan kebaikan yang berlimpah dari Allah SWT, aamiin ya Robbal 'alamin.

Setelah sesi short course pengenalan singkat cara belajar dan mengajarkan UMMI jilid 1-3 selesai di paparkan oleh ustadz Afif dan ustadz Malik, seluruh peserta berfoto bersama untuk mengabadikan momen tersebut, atas nama Homeschooling PPU kami mengucapkan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan mensupport acara ini sehingga dapat berjalan dengan sukses dan lancar, kepada para donatur sekolah, orang tua siswa, terlebih kepada pimpinan dan jajaran staf KUPTP Badan pendapatan daerah Prov.Kaltim PPU yang telah berkenan memberikan kesempatan kepada panitia untuk menggelar acara sosialiasi ini, semoga Allah SWT senantiasa memberikan kebaikan dan keberkahan dalam setiap aktifitas Bapak Ibu sekalian aamiin ya Robbal 'alamin. [FA]

Email : hsgkuppu@gmail.com
Telp/WA : 0853 4848 9448 (Faiz Abdillah)
      

Donasi, Infaq, Shodaqoh serta Dukungan dari ayah bunda untuk HSG PPU silahan klik: DONASI