Oleh: Syaheed Asa
Di
antara perasaan yang di miliki manusia adalah rasa cemburu. Perasaan adalah
perasaan yang kuat yang tidak seorang pun yang bisa bebas darinya. Banyak kondisi yang memicu kecemburuan pada
anak. Entah karena dia tidak mendapat apa yang seharusnya menjadi haknya atau karena
anak merasa di abaikan.
Salah
satu contoh sedehana adalah ketika lahir adiknya. Secara fitrah akan timbul perasaan
khawatir dalam dirinya merasa di sisihkan, marah di ambil posisinya . Terkadang
ia menunjukan langsung perasaan cemburu tersebut. Seperti perilaku yang kita
anggap sebagai ‘cari perhatian’, biasanya bisa memakai celana sendiri tiba-tiba
selalu ingin di pakaikan, tiba-tiba ingin di suapi, bahkan ada yang sengaja membuat
dirinya terluka dan perilaku lainnya.
Ada
pula anak yang tidak menunjukkan rasa cemburunya secara langsung. Namun ia
tetap berlaku baik, terlihat menyayangi adiknya sembari ia berharap ayah dan
ibu akan tetap cinta kepadanya. Namun rasa cemburu itu muncul dalam bentuk yang
lain misalnya memukul anak kecil yang lain, merusak mainan adiknya, sering
bermimpi buruk/ mengigau dalam tidurnya dan sebagainya.
Bagaimana
agar anak kita terlindung dari rasa
cemburu kepada orang lain ? Cara terbaik
adalah dengan ayah ibu harus menampakkan kecintaan kepadanya dan tidak malah mengabaikannya.
Dengan anggapan dia ‘hanya’ mencari perhatian bahkan mungkin ikut membencinya
karena sikap protesnya. Sikap ini akan semakin memunculkan rasa cemburunya. Pahamilah
bahwa dia sedang cemburu dan segera berikan perhatian yang memang dia butuhkan.
Mendorongnya untuk ikut serta dan
menaruh perhatian pada adiknya, bermain dengannya serta tidak lupa untuk selalu
memeluk dan menciumnya. Ada lagi yang bisa kita lakukan yaitu mengalokasikan
waktu khusus bersama, entah untuk mengembangkan
hobi dan kreatifitasnya ataupun mengunjungi teman-temannya.
Membandingkan
keburukan di antara anak-anak bahkan memberi gelar yang tidak baik di antara mereka,
Membelikan mainan hanya untuk salah satu anak atau sebagiannya misal karena
pertimbangan usia atau karakter . Ayah ibu juga terkadang mudah memaafkan satu
anak tapi tidak yang lain. Ini semua adalah contoh hal-hal yang bisa membangkitkan
kecemburuan. Sudah selayaknya kita di pandu dengan bimbingan Rasulullah SAW.
Dalam hal pemberian Rasulullah Saw bersabda :“Berlaku samalah diantara anak-anak kalian dalam hal pemberian”. (HR. Sa’id nin Manshur)
Dalam hal pemberian Rasulullah Saw bersabda :“Berlaku samalah diantara anak-anak kalian dalam hal pemberian”. (HR. Sa’id nin Manshur)
Anas RA menceritakan bahwa ada
seorang laki-laki datang menemui Rasul SAW, lalu datang anak laki-lakinya dan
ia dudukkan di pahanya. Kemudian datang anak perempuannya dan ia dudukkan di
depan dia. Maka Rasulullah saw bersabda :
“Tidakkkah
engkau menyamakan diantar keduanya?”
-
Adapun
melebihkan anak laki-laki dari anak perempuan , maka hal itu dilarang dalam
syariat. Di katakan sebagai tradisi jahiliyah. Allah SWT berfirman :
“
Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, di sebabkan buruknya berita yang
di sampaikan kepadanya. Apakah dia kan memeliharanya dengan menanggung kehinaan
ataukah akan menguburkannya hidup-hidup ke dalam tanah? Ketahuilah, alangkah
buruknya apa yang mereka tetapkan itu”.
(TQS An Nahl [16]: 59)
Imam Muslim telah meriwayatkan
dari Anas bin Malik RA. Ia berkata: Rasulullah SAW bersabda : Siapa saja yang memelihara dan memenuhi
segala kebutuhan kedua anak perempuannya sehingga keduanya baligh maka ia akan
datang pada hari kiamat di mana aku dan dia seperti dua jariku ini (beliau
merapatkan jari-jarinya). (HR Muslim)
Demikian lah semoga kita di mudahkan
dalam mengasuh dan mendidik anak kita untuk menjadi generasi gemilang sesuai
bimbingan Rasulullah SAW. [SA]
Aamiin
Like dan Share : FB Homeschooling PPU
Email : hsgkuppu@gmail.com
Telp/WA : 0853 4848 9448 (Faiz Abdillah)
Email : hsgkuppu@gmail.com
Telp/WA : 0853 4848 9448 (Faiz Abdillah)
Donasi, Infaq, Shodaqoh serta Dukungan dari ayah bunda untuk HSG PPU silahan klik: DONASI
0 komentar:
Posting Komentar