Wahai
diriku, aku adalah guru yang terpilih bukan karena terpaksa, menjadi guru
adalah panggilan jiwa.
Tapi
apa yang terjadi wahai diriku.
Aku melihat diriku yang saat itu datang
terlambat, tergopoh-gopoh masuk kelas dan tak sempat menyapa satu per satu anak,
serta tak sempat senyum karena masih ada masalah yang belum selesai.
Wahai
diriku, sedih aku melihat diriku yang
demikian.
Wahai
diriku, aku pun melihat diriku yang
tersenyum bahagia penuh ikhlas.
Saat
aku datang lebih pagi dari anak-anak, menyambut mereka di depan gerbang, dengan
tampilan terbaik, menyapa dengan senyuman.
Wahai
diriku, takdir ini adalah takdir yang indah dari Allah.
Wahai
diriku, jadilah guru yang terbaik, guru
yang penuh semangat, dan guru yang penuh kasih sayang.
Sehingga pantas untuk di rindukan
Allah dan di rindukan anak-anak.
Ketika
mendapat kesan guru yang dirindukan tentu akan berdampak positif terhadap
semangat dan motivasi mengajar serta mendidik, perasaan terharu karena sebegitu
perhatian anak didik kepada kehadiran kita akan menjadi penyemangat ketika rasa
jenuh melanda. Selain itu, respon yang baik dari anak didik juga akan terus
mendorong kita untuk selalu berusaha mengembangkan berbagai metode pembelajaran
di setiap pertemuan. Begitu juga bagi siswa, perjumpaan yang selalu dinantikan
akan membuat siswa mengikuti pelajaran kita setulus hati, merasa enjoy dan
tidak terbebani dengan rumus-rumus atau hafalan berbagai pelajaran. Dengan begitu
tidak ada lagi guru yang stres menghadapi peserta didik yang dianggap susah
diatur mengikuti pelajaran. Juga tak ada siswa yang merasa terpaksa di ruang
kelas dengan hanya kelihatan menghadirkan raganya namun jiwanya ke mana-mana.
Jika hal tersebut dapat terwujud tentu akan meningkatkan efektivitas
pembelajaran.
Jika
kita telah menjadi sosok yang di rindukan anak didik, maka proses mengajar dan
mendidik pun terasa lebih harmonis lebih dari sebuah rutinitas menggugurkan
kewajiban pertemuan di kelas semata. Tidak hanya pelajaran yang di sampaikan
diterima dengan penuh antusias, tapi hal-hal positif berkaitan pembentukan
karakter pun akan di teladani oleh mereka. Semoga kita semua bisa menjadi
sosok guru yang dirindukan dan membawa perubahan baik dari segi akademis maupun
karakter anak-anak-anak didik kita. Aamiin.
Teringat
sebuah lagu lama yang berjudul “Trima kasih Guru”
Kita
jadi pintar
menulis dan membaca
Kar’na
siapa?.......
Kita
jadi tahu
beraneka bidang ilmu
Dari
siapa?
Kita
jadi pintar dibimbing Pak Guru
Kita
bisa pandai
dibimbing Bu Guru
Guru
bak pelita
Penerang
dalam gulita
Jasamu
tiada tara……
Maka
seorang guru pantas untuk masuk surga… insya Allah
Guru,
digugu dan ditiru, begitu kata pepatah lama. Profesi guru berada di posisi
terdepan dalam mendidik generasi masa depan bangsa, bagaimana kompetensi dan
karakter masyarakat di masa depan merupakan hasil dari bagaimana seorang guru
mendidik di masa sekarang. Dan semua itu akan tercapai jika orang tua dan guru
saling berkolaborasi. [Eka]
Donasi, Infaq, Shodaqoh serta Dukungan dari ayah bunda untuk HSG PPU silahan klik: DONASI
Like dan Share : FB Homeschooling PPU
Email : hsgkuppu@gmail.com
Telp/WA : 0853 4848 9448 (Faiz Abdillah)
Email : hsgkuppu@gmail.com
Telp/WA : 0853 4848 9448 (Faiz Abdillah)
0 komentar:
Posting Komentar