بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد للّهِ الواحد القهار، المتكبر الجبار ذي الجلال والإكرام، هو الخالق المدبر وهو على كل شيء قدير. والصلاة والسلام على سيد المرسلين وإمام المتقين وعلى آله وصحبه، ومن دعا بدعوته و إلتزم بطريقته وجعل العقيدة الإسلامية أساسا لفكرته
أما بعد
🍄🌷Assalamualaikum wa rahmatullah. Alhamdulillah 'ala kulli haal, berjumpa dalam diskusi ilmu, semoga ayah bunda dalam keadaan sehat dan dalam ridho Allah. Kepada Allah jua tempat bersyukur. Mari kita mulai dengan doa majlis, biridho lillahi ta'alaa alfatihah.
Insya Allah pekan ini diskusi dengan tema MENDIDIK ANAK DENGAN FITRAH. Bagi yang bertanya silahkanan dilayangkan via admin dengan format
🌺 Nama ayah bunda/ nama anak dan usia/ pertanyaan
-----------------------------------------------------------------
Prolog
🌺MENDIDIK ANAK DENGAN FITRAH🌺
📝 Ketika anak belum mau bangun subuh dan sulit bangun, sang ibu dengan lembut membangunkan dan membisikkan di telinga anak, "Bangunlah nak, sudah azan subuh, alhamdulillahilladzii ahyaanaa ba'damaa amaatana wa ilaihinnusyur."Sang ibu terus membngunkan dengan menyentuh fithrohnya sebagai hamba hingga terbangun dan menuntunnya ke kamar mandi untuk berwudhu. Kebiasaan tersebut terus berulang hingga ada masanya ananda bangun subuh sendiri tanpa dibangunkan.
📝 Ketika ananda tergoda menonton TV dengan tayangan yang tidak bermanfaat, bunda mencoba melarangnya, "Jangan notonton tayangan itu ya nak, karena bisa merusak jiwa dan otak, membuat adik lupa sama Allah, membuat adik malas beribadah dan malas membaca alquran, ganti channel ya yang lebih bermanfaat ya, bunda sayang adik, merasa rugi bila waktu adik terbuang percuma" Saat itu juga sang anak justru mematikan TV, karena tak ada tayangan yang bagus.
📝 Ketika anak menyaksikan ibunya shalat tahajjud lalu berdoa sambil menangis, anak bertanya kenapa bunda menangis? "Bunda takut sama api neraka nak karena banyaknya dosa, bunda bermohon pada Allah agar kelak di masukkan ke surga yang penuh kesenangan dan kebahagiaan. Bunda melakukan shalat wajib juga shalat tahajjud demi berharap dirindukan surga, kita harus taat pada Allah"
📈 Bunda mencoba menyentuh fithroh ananda sambil memeluknya erat. Tak lama kemudian esok harinya, anandapun meminta kepada bundanya, "Bunda besok bangunkan ananda shalat tahajjud, ananda mau masuk surga bersama bunda"
📈 Itu adalah sekelumit kisah menstimulasi berpikir dan naluriyyah anak usia dini. Anak terlahir di atas fitrah yang suci, bersih tak ternoda. Orang tualah yang membuat fitrahnya ternoda, sebagaimana hadist: "Tidaklah seorang anak lahir kecuali dalam keadaan fitrah, lalu orang tuanyalah yang menjadikannya yahudi, atau nasrani atau majusi"
🍃 Fitrah anak itu adalah Islam, Allah berikan dalam kelurusannya dan dalam kemudahannya dapat menerima sentuhan aqidah islam dalam pendidikan. Maka tugas kita orang tua adalah menjaga fitrah anak kita tetap dalam kebersihan dan kesuciannya.
🍃 Maka disinilah kita bisa memahami konsep stimulasi dini pembentukan kepribadian islam anak. Artinya orang tua dalam mendidik harus bisa menstimulasi fitrah ini agar anak taat pada Allah dengan kesadaran dan tuntunan wahyu.
🍃 Konsep mendidik dengan fitrah membutuhkan pengungkapan bahasa aqidah untuk menyetel pemikiran ananda agar senantiasa di atas landasan aqidah. Membutuhkan kekayaan bahasa ibu dan kecerdasan ibu mencelupkan keimanan pada jiwanya.
🍃 Seringkali kesulitan dalam mendidik anak disebabkan kita kita mendidik keluar dari fitrah anak, sehingga anak keras dan bandel. Atau kita biarkan dia dirusak fitrahnya oleh yang lain. Bila ibu dalam berbicara dan berbahasa menodai fitrah anak, besar kemungkinan anak sulit dikendalikan dan menjadi anak pembantah dan pelawan, karena ibu kering dari sentuhan fitrah dalam mendidik.
🍃 Jagalah fitrah anak kita dengan baik, dengan demikian kita dapatkan ananda kelak sebagai sosok muslim sejati yang senantiasa menghadapkan wajahnya pada agama fitrah yang lurus (Islam). Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Islam sesuai fitrah Allah, disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Arrum: 30)
🍃 Mengingat Allah menciptakan manusia di atas fitrah yang lurus, maka sangat memungkinkan bagi kita untuk percaya diri bahwa Allah akan membimbing kita dan anak-anak kita selalu bersama dalam fitrah yang sama dan tidak pernah terpisah pisah, selalu dalam pemikiran Islam yang sama dan dalam ketaatan yang sama hingga kelak di yaumul akhir.
"Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak, pada hari itu mereka terpisah-pisah" TQS ar-Rum: 43.
Wallahu a'lam bishshowab.
Wallahu a'lam bishshowab.
---------------
Pertanyaan #1
Apakah berarti mendidik anak dengan fitrahnya ini ada kaitanya dengan kecerdasan kita dalam memilih kata-kata dan menggunakan bahasa kepada anak ustadzah?
Jika iya, apa saja yang harus di lengkapi selain itu. Mohon contoh nya Ustadzah. Biasanya proses itu makan waktu berapa lama sampai anak mulai terbentuk kepribadian sesuai fitrahnya?
Jawaban:
Bahasa adalah alat untuk memahami dalam metode belajar, yaitu menyampaikan ilmu dengan proses berpikir dan menerima ilmu juga dengan pemikiran. Maka kecerdasan bahasa orang tua mutlak diperlukan dalam komunikas mendidik.
Tetkait dengan menyentuh fithrah anak, maka butuh suasana ruhiyyah dalam berbahasa, ini artinya orang tua juga harus paham bagaimana strategi meletakkan landasan aqidah bagi pola berpikir anak dan bagaimana membuat pola halal dan haram bagi perilakunya.
Untuk anak usia dini, mengingat dia belum memiliki kesadaran rasional, maka sentuhan naluri beragama sangat tepat untuk menggunakan bahasa fitrah.
Misal, anak malas diajak shalat, maka ayah bunda bisa berbahasa seperti ini..
Ananda hari ini sudah menghitung seberapa banyak menghirup udara? Siapakah yang menciptakan udara? Apakah manusia bisa ciptakan udara? Yup! Ananda sudah tahu kan bahwa Allah SWT yang menciptakan udara dan ananda bisa menikmatinya setiap hari tanpa harus membayarnya.
apakah Allah SWT pernah menghentikan persediaan udara untuk kakak? tidakkan? Bagaimana kalau tiba-tiba Allah SWT menghentikan udara yang ada disekitar kita 30menit saja? Apakah kita masih bisa bernafas? Tentu tidak ya nak...
Nah anak shaleh gak boleh malas shalat, sebagai bentuk bersyukur pada Allah...
Jika ananda dengan sentuhan itu tetap tidak mau shalat, tidak boleh dipaksa. Namun setidaknya ayah bunda sudah memberikan pendidikan terbaik dalam membangun fithrahnya dan memotivasi aqidah, kelak yakinlah pelajaran seperti ini akan terngiang saat ananda sudah bertambah usia..
Satu lagi konsep pendidikan usia dini adalah stimulasi dan konsep diri positif, perkara anak mengamalkan atau tidak bukanlah target. Yang harus difikuskan adalah kebenaran dalam proses mendidik..
✅Wallahu a'lam bishshowab✅
---------------------
---------------------
Pertanyaan #2
Assalamu'alaikum. Ustadzah, apakah dalam mendidik anak usia dini(AUD) usia 4-6 tahun, membutuhkan sikap tegas dari orang tua? Apakah ada batasan dan ukuran sikap tegas orang tua dalam mendidik AUD usia 4-6 tahun? Jazakumullah khoiron katsir
Jawaban:
Wa'alaikumussalak wr wb
Ketegasan apakah yang di maksud?
Anak AUD belum bisa disiplin, baru bisa dikenalkan disiplin maka disinilah pentingnya membuat anak 4-6 tahun program belajar untuk pengalaman hidupnya.
AUD itu pada dasarnya suka-suka, sulit diatur dan potensinya luar biasa. Sementara informasi yang masuk dalam benaknya masih sedikit. Maka wajar apa yang dia pikirkan tidaklah sama dengan apa yang di pikirkan oleh orang dewasa.
Misal begini bagi anak AUD bermain hujan-hujanan itu membahagiakan, menyenangkan dan tidak menimbulkan sakit. Tapi bagi orang tua pertimbangannya lain lagi, ribet, tidak bermanfaat, basah-basahan, cucian akan semakin bertambah dll.
Nah itulah anak AUD, dimana orang tua harus melayaninya bak raja kata Ali bin Abi Thalib Karomallahu Wajhah. Semua kebutuhannya harus dipenuhi baik kebutuhan jasmani maupun naluriyahnya agar anak bisa tumbuh kembang dengan baik.
Ketegasan dalam perkara syariah bisa dimulai di usia 7 tahun, di usia 10 tahun ketegasan itu semakin serius.
Berdasarkan apa yang dikatakan Rasulullah SAW, bahwa perintahkanlah anakmu shalat di usia 7 tahun dan pukullah ia di usia 10 tahun jika dia meninggalkan shalat.
✅Wallahu a'lam bishshowab✅
---------------------
---------------------
Pertanyaan #3
Bagaimana mengatasi tantrum anak agar sesuai dgn fitrahnya? Jazakillah...
Jawaban:
Tantrum itu karena anak ada masalah. Disini orang tua harus paham dari mana permasalahan anak itu muncul.
Pada dasarnya masalah anak itu muncul dari penuhan kebutuhan jasmani dan naluri. Jika salah satu dari kedua hal ini tidak terpenuhi maka anak akan masalah dan bisa jadi tantrum.
Jadi disinilah orang tua harus piawai dalam menganalisa kebutuhan-kebutuhan tadi. Misal anak butuh tidur ibu memaksanya makan. Atau anak butuh pergi ke mesjid ayah tidak mau mendampingi malah menyuruh anak bermain. Terang saja anak akan rewel dan bisa saja ngadat.
Terkadang apa yang di minta anak sebenarnya bukan kebutuhan tetapi keinginan. Misal anak di bawa ke pengajian, namun tidak beberapa lama anak mulai bete, rewel minta jajan. Ibu yang tadinya sudah komitmen tidak akan memberikan jajan tidak membelikannya, maka anak tadi terus meminta.
Pada kondisi ini keinginan anak itu tidak harus dipenuhi karena kita tahu anak minta jajan bukan karena lapar tapi karena bete tadi. Maka ibu bisa melakukan pengalihan pada kegiatan tertentu yang dia senangi dan mendidik. Disinilah butuh program dalam membersamai anak.
✅Wallahu a'lam bishshowab✅
-----------------------------------
✅Wallahu a'lam bishshowab✅
-----------------------------------
Pertanyaan #4
Assalamu'alaikum wr wb,
Dari umur berapa seharusnya orang tua mulai menerapkan pendidikan anak untuk sholat dan membangunkan sholat subuh? Karena anak saya yang pertama umur 4.5 thn kadang mau dan kadang-kadang tidak mau di suruh sholat ustadzah.
Dari umur berapa seharusnya orang tua mulai menerapkan pendidikan anak untuk sholat dan membangunkan sholat subuh? Karena anak saya yang pertama umur 4.5 thn kadang mau dan kadang-kadang tidak mau di suruh sholat ustadzah.
Jawaban:
Waalaikumussalam wr wb
Waalaikumussalam wr wb
Mengajarkan anak tentang shalat diupayakan sejak sedini mungkin bu. Untuk AUD 0-6 tahun konsepnya stimulasi, dia melakukan karena terstimulasi bukan dipaksa atau diancam. Jadi kalau rentang usia itu masih on off tidak mengapa, toh Allah SWT juga belum mewajibkan kenapa pula kita harus meminta dia shalat full.
Anak diperintahkan shalat usia 7 tahun dan di pukul jika tdk melakukan di usia 10 tahun. Karena usia 7 tahun itu adalah usia dimana akal anak sudah terbentuk dan naluriyyahnya sudah siap di biasakan untuk taat pada Allah SWT. Berdasarkan usia ini pula semua konsep pendidikan Islam sudah bisa di terapkan.
Pendidikan Islam itu disamping berbasis aqidah Islam, berbasis orang tua juga berbasis usia.
✅Wallahu a'lam bishshowab✅
----------
🔐🔐 BREAK
Alhamdulillah wa Jazakillah kepada ustadzah Yanti Tanjung atas waktu dan ilmunya, semoga menjadi amal yang mulia disisi Allah. Mari kita tutup dengan doa:
الحمد لله رب العالمين
نستغفر الله العظيم
سبحانك اللهم وبحمدك نشهد أن لا إله إلا أنت. نستغفرك ونتوب إليك
Maha suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-MU kami bersaksi tiada Tuhan kecuali Engkau. Kami memohon ampunan-MU dan bertaubat pada-MU
Wassalamualaikum wa rahmatullah
-------------
Catatan:
Bagi ayah bunda yang menginginkan bergabung di group wa Parenting HSG PPU silahkan mengisi form online Daftar Group WA Parenting
Like dan Share : FB Homeschooling PPU
Email : hsgkuppu@gmail.com
Telp/WA : 0853 4848 9448 (Faiz Abdillah)
Email : hsgkuppu@gmail.com
Telp/WA : 0853 4848 9448 (Faiz Abdillah)
Donasi, Infaq, Shodaqoh serta Dukungan dari ayah bunda untuk HSG PPU silahan klik: DONASI
0 komentar:
Posting Komentar