95% orang tua di perkotaan pada umumnya sudah familiar dengan dunia online, terutama yang bertempat tinggal di daerah dengan akses data yang cepat serta beragam pilihan pembelian paket akses internet tentu hal ini memiliki 2 efek yang saling bersinggungan layaknya 2 sisi mata uang koin, sisi positif dan sisi negatif. Sebagai orang tua yang memiliki visi misi yang baik untuk kebaikan keluarga tentu mengharapkan dapat memanfaatkan teknologi guna memberikan nilai kebaikan di dalamnya. Namun terkadang banyak yang terlena ketika sudah berada di dunia maya, bahkan waktunya banyak terbuang sia-sia ketika sudah terhubung dengan dunia maya. Saat ini, hampir disetiap waktu dan kesempatan, jika kita berhenti sejenak lalu memperhatikan di sekitar kita, fenomena orang-orang yang sedang asyik memencet smartphone, senyum dan tertawa dengan gadget dalam genggaman tangan, duduk bersebelahan tanpa interaksi verbal diantara mereka bahkan di sebuah kesempatan tak jarang kita temukan beberapa orang tua justru asyik memperhatikan layar smartphonenya ditengah acara yang sedang berlangsung entah itu dalam pertemuan resmi ataupun di sebuah event kegiatan yang butuh fokus kepada pembicara.
Hal ini tentu harus disikapi dengan bijaksana, untuk itu dirasa perlu kiranya bagi para orang tua, ayah bunda untuk bisa memahami pentingnya membatasi diri dari kecanduan online. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan online berlebihan pada orang dewasa,orang tua bahkan anak-anak kita:
Hal ini tentu harus disikapi dengan bijaksana, untuk itu dirasa perlu kiranya bagi para orang tua, ayah bunda untuk bisa memahami pentingnya membatasi diri dari kecanduan online. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan online berlebihan pada orang dewasa,orang tua bahkan anak-anak kita:
1. Fokus pada tujuan saat berinternet
Berinternetlah hanya saat membutuhkan saja. Di saat ayah bunda membutuhkan data, referensi, membaca berita portal, mencari bahan ajar, dll. Bukan semata-mata untuk tujuan iseng apalagi sebagai pelarian dari masalah dari depresi, gelisah, problematika rumah tangga, permasalahan anak, permasalahan di tempat kerja, dll. Demikian pula saat memanfaatkan jejaring sosial media, sungguh sia-sia jika hanya menjadikannya sarana menumpahkan keluh-kesah, kekesalan, curhat dan sejenisnya yang sama sekali tidak perlu di ekspose. Apalagi kemudian menghabiskan waktu dan energi untuk mengomentari dan diskusi yang tidak ada ujungnya karena berakhir dengan debat kusir. Jika memiliki masalah, lebih baik langsung curhat dan meminta nasihat kepada orang yang bisa memberikan jalan keluar.
2. Kurangi sedikit demi sedikit kebiasaan di internet
Sekalipun berinternet untuk tujuan positif, tetap harus membatasi diri. Demikian pula bagi anak-anak, harus dibatasi walaupun itu untuk sarana belajar. Cobalah untuk mengurangi sedikit demi sedikit kebiasaan terlalu lama di depan internet. Misalnya, jika umumnya dalam waktu sehari kita terbiasa menghabiskan waktu 10 jam berinternet, untuk awal maka kita bisa mengurangi waktunya 2 jam untuk melakukan kegiatan dan aktifitas yang lebih membutuhkan aktifitas fisik seperti bercengkrama dengan keluarga, bermain dengan anak-anak, membaca buku ataupun menghafalkan al Qur'an. Apalagi yang terbiasa online menggunakan smartphone/HP umumnya jumlah intensitas internet yang dilakukan cukup besar bahkan mungkin ada yang sampai 24 jam meskipun tidak setiap hari. Ini jelas sudah akan merampas waktu kita untuk kegiatan positif yang lainnya.
3. Ubah pola kebiasaan online
Salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan dengan internet adalah dengan mengubah pola kebiasaan berinternet. Kalau bisa menelepon langsung orang yang kita tuju lebih baik ketimbang chatting. Kalau ada produk yang di jual offline, lebih baik dari pada membiasakan diri windows shopping di dunia maya, dengan begitu akan mengurangi waktu online kita.
4. Atur ulang jadwal rutinitas
Bangun tidur atau habis shubuh, jika biasanya langsung online, tundalah nanti setelah sarapan di pagi hari. Lebih baik berinteraksi dulu dengan keluarga karena bisa mempererat keharmonisan hubungan. Jika sepulang dari kantor langsung nongkrong di internet, tunggulah sampai setelah makan malam atau setelah anak-anak tidur.
5. Buat waktu libur online
Jika memungkinkan, buatlah jadwal khusus hari tanpa internet. Atau jika tidak memungkinkan batasi waktu online dalam 1 hari, misal : 60-120 menit perhari. Begitu pula dengan waktu onlinenya, kita bisa membuat kesepakatan waktu online hanya di hari sabtu dan ahad, online saat waktu sore, ataupun malam hari
Allah SWT memberikan kepada manusia teknologi untuk kemudahan kehidupan, untuk itu berikanlah porsi yang tepat dalam penggunaan maupun beraktifitas di dalamnya, semoga dengan adanya teknologi semakin membuat kita semakin taqwa kepada Allah SWT, semakin menguatkan hubungan silaturahmi diantara sesama kita, mendekatkan yang jauh bukan sebaliknya. Aamin ya Robbal 'alamin. (FA)
Sumber : Tabloid media umat edisi 91 dengan beberapa perubahan dan penambahan
Like dan Share : FB Homeschooling PPU
Email : hsgkuppu@gmail.com
Telp/WA : 0853 4848 9448 (Faiz Abdillah)
Email : hsgkuppu@gmail.com
Telp/WA : 0853 4848 9448 (Faiz Abdillah)
Donasi, Infaq, Shodaqoh serta Dukungan dari ayah bunda untuk HSG PPU silahan klik: DONASI
0 komentar:
Posting Komentar