Selamat Datang di Homeschooling setara SD Penajam Paser Utara

Ahlan wa sahlan kepada ayah bunda dimanapun berada. Alhamdulillah bersua lagi di laman web homeschooling PPU setara SD, semoga ayah bunda mendapatkan banyak inspirasi kebaikan di dalamnya

Tertawa Itu Secukupnya

Islam adalah agama yang sempurna, semua aktifitas kehidupan pada diri manusia telah diatur didalamnya.

Kreasi Majalah dinding-mading ananda HSG PPU

Alhamdulillah hari ini siswa siswi HSG setara SD PPU tengah menyibukan diri bersama rekan-rekannya menyelesaikan tugas sesuai arahan dari ustadzah di sekolah

Manfaat Bangun di Awal Hari

Bangun diawal hari merupakan sebuah perjuangan yang berat dilakukan oleh sebagian orang. Terlebih yang aktifitas masuk kerja mereka dimulai pada pukul 08:00-09:00 pagi.

Stop Duplikasi Kekerasan Pada Anak

Ketika bersama ananda maupun melihat anak orang lain, terkadang terlihat perilaku mereka yang membuat kita tercengang dan segera mengintrospeksi diri dan lingkungan.

Senin, 28 Agustus 2017

Materi WA Parenting HSG PPU 05 - Mendidik anak dengan fitrah lanjutan

Diskusi Group WA Parenting HSG PPU #05 (Lanjutan pertanyaan)


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد للّهِ الواحد القهار، المتكبر الجبار ذي الجلال والإكرام، هو الخالق المدبر وهو على كل شيء قدير. والصلاة والسلام على سيد المرسلين وإمام المتقين وعلى آله وصحبه، ومن دعا بدعوته و إلتزم بطريقته وجعل العقيدة الإسلامية أساسا لفكرته.
 أما بعد


🍄🌷Assalamualaikum wa rahmatullah. Alhamdulillah 'ala kulli haal, berjumpa dalam diskusi ilmu, semoga ayah bunda dalam keadaan sehat dan dalam ridho Allah. Kepada Allah jua tempat bersyukur. Mari kita mulai dengan doa majlis, biridho lillahi ta'alaa alfatihah.

Insyaallah pekan ini diskusi dengan tema MENDIDIK ANAK DENGAN FITRAH. Bagi yang bertanya silahkanan dilayangkan via admin dengan format


🌺 Nama ayah bunda/ nama anak dan usia/ pertanyaan

----------------------------------
Pertanyaan #

Assalamu'alaikum wr wb.
Bagaimana tips nya supaya gampang menerapkan nilai-nilai Islami pada anak?  Saya punya keinginan menjadikan anak-anak saya hafidz al Qur'an?

Jawaban:

Waalaikumussalam wr wb

Bismillahirrahmanirrahim
Syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kesempatan untuk menginjak bumi, menjadi hamba yang taat dan pandai mencintai Rabb dan Rasulnya.

Membentuk kepribadian Islam anak dengan menderaskan tsaqafah Islam, seperti materi aqidah Islam, Fiqh, Tafsir. Alquran, Hadist dsb. Buatkan anak majelis ilmunya.

Sisi lain sebenarnya kata-kata dan bahasa orang tua mampu membentuk pola berpikir islami anak dengan senantiasa menanamkan aqifah Islam saat menasehati, menegur, berdiskusi dll.

Misalnya anak makan dan minum sambil berdiri, ayah bunda bisa menegurnya, "Nak, Rasulullah SAW melarang kita makan dan minum sambil berdiri, maka duduklah sehingga kita termasuk umat yang di cintai Allah.

Atau misalkan anak-anak sedang bertengkar, kita bisa menasehati, " Nak, kata Allah SWT berdamai itu baik tidak boleh bermusuhan" lalu ucapkan dalilnya.

Dengan demikian anak akan terbiasa berpikir islami dan berprilaku Islami. Tentunya di minta kecerdasan bahasa oleh aya dan ibu.

Jika bunda berkeinginan ananda menjadi hafidz al Qur'an maka harus diproses dengan membuatkannya program hafalan al Qur'an

✅Wallahu a'lam bishshowab✅

----------------------------------
Pertanyaan #6

Assalamu'alaikum wr wb.

Kapankah anak sebaiknya masuk sekolah atau PAUD tanpa melanggar fitrahnya?


Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb

Usia masuk sekolah PAUD baiknya rentang usia 4-6 tahun, itupun konsepnya stimulasi berpikir dan stimulasi naluri.

Melabrak fitrah itu bukan diukur anak sekolah atau tidak tapi diukur dari stimulasi yang diberikan ortu atau guru apakah mampu menyentuh fithrahnya ataukah justru merusak 

✅Wallahu a'lam bishshowab✅

------------------------
Pertanyaan #7

Assalamu'alaikum wr wb, 

Ustadzah mau bertanya untuk anak usia dini (AUD) sebetulnya lebih bagus bermain saja atau mengedepankan hafalan? karena ada sebagian orang tua yang khawatir jika anak usia dini di bebankan hafalan sejak dini nanti anak malah stres. mohon pencerahannya

Jawaban:

Untuk AUD konsepnya stimulasi dengan pengalaman belajar yang berpengaruh. Maka buatkan program belajarnya agar akalnya dan prilakukanya dapat terstimulasi dg baik. Tentunya dengan pendekatan strategi fun teknisnya dengan bermain, karena AUD butuh bermain namun bermainnya tetap basis aqidah Islamnya yang kental.

Untuk tahfidz justru era usia dini paling krusial, usia golden age. Metodenya dengan jalan mendengarkan saja anak mudah hafal. Maka sering-seringlah memperdengarkan lantunan al Qur'an nanti anak akan hafal dengan sendirinya. Minimal 15 kali sehari.

Justru dengan memperdengarkan tilawah al Qur'an anak akan tentram jiwanya dan bisa melatih fokus serta melembutkan hatinya. Tidak ada anak yang sejak dini menghafal al Qur'an lantas jadi stress.

Sisi lain memperdengarkan al Qur'an dapat melatih saraf pendengaran dan bagus buat kecerdasan anak.

✅Wallahu a'lam bishshowab✅

----------
Pertanyaan #8

Assalamu'alaikum wr wb, ustadzah apaka dengan sering menyetelkan murrotal pada anak, apakah hal tersebut akan efektif membantu dia menghafal ketika sudah bisa bicara? Syukran

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb


Insya Allah bu, anak yang di biasakan mendengarkan Al Qur'an akan lebih mudah merespon apa yang dia dengar dan kelak anak lebih mudah melafalkan al Qur'an...Barakallahu fiik



✅Wallahu a'lam bishshowab✅


----------
⁠⁠⁠⁠⁠🔐🔐 BREAK 

Alhamdulillah wa Jazakillah kepada ustadzah Yanti Tanjung atas waktu dan ilmunya, semoga menjadi amal yang mulia disisi Allah. Mari kita tutup dengan doa:

الحمد لله رب العالمين
نستغفر الله العظيم

سبحانك اللهم وبحمدك نشهد أن لا إله إلا أنت. نستغفرك ونتوب إليك

Maha suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-MU kami bersaksi tiada Tuhan kecuali Engkau. Kami memohon ampunan-MU dan bertaubat pada-MU

Wassalamualaikum wa rahmatullah
-------------
Catatan:
Bagi ayah bunda yang menginginkan bergabung di group wa Parenting HSG PPU silahkan menghubungi no telp/ wa admin yang tertera di bawah artikel ini atau bisa juga dengan mengisi form online di link Daftar Group WA Parenting

Like dan Share : FB Homeschooling PPU
Email : hsgkuppu@gmail.com
Telp/WA : 0853 4848 9448 (Faiz Abdillah)

Donasi, Infaq, Shodaqoh serta Dukungan dari ayah bunda untuk HSG PPU silahan klik: DONASI

Materi WA Parenting HSG PPU 04 - Mendidik anak dengan fitrah

Diskusi Group WA Parenting HSG PPU #04



بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد للّهِ الواحد القهار، المتكبر الجبار ذي الجلال والإكرام، هو الخالق المدبر              وهو على كل شيء قدير. والصلاة والسلام على سيد المرسلين وإمام المتقين وعلى آله وصحبه، ومن دعا بدعوته و إلتزم بطريقته وجعل العقيدة الإسلامية أساسا لفكرته 
أما بعد

🍄🌷Assalamualaikum wa rahmatullah. Alhamdulillah 'ala kulli haal, berjumpa dalam diskusi ilmu, semoga ayah bunda dalam keadaan sehat dan dalam ridho Allah. Kepada Allah jua tempat bersyukur. Mari kita mulai dengan doa majlis, biridho lillahi ta'alaa alfatihah.


Insya Allah pekan ini diskusi dengan tema MENDIDIK ANAK DENGAN FITRAH. Bagi yang bertanya silahkanan dilayangkan via admin dengan format

🌺 Nama ayah bunda/ nama anak dan usia/ pertanyaan
-----------------------------------------------------------------
Prolog

🌺MENDIDIK ANAK DENGAN FITRAH🌺

📝 Ketika anak belum mau bangun subuh dan sulit bangun, sang ibu dengan lembut membangunkan dan membisikkan di telinga anak, "Bangunlah nak, sudah azan subuh, alhamdulillahilladzii ahyaanaa ba'damaa amaatana wa ilaihinnusyur."Sang ibu terus membngunkan dengan menyentuh fithrohnya sebagai hamba hingga terbangun dan menuntunnya ke kamar mandi untuk berwudhu. Kebiasaan tersebut terus berulang hingga ada masanya ananda bangun subuh sendiri tanpa dibangunkan.

📝 Ketika ananda tergoda menonton TV dengan tayangan yang tidak bermanfaat, bunda mencoba melarangnya, "Jangan notonton tayangan itu ya nak, karena bisa merusak jiwa dan otak, membuat adik lupa sama Allah, membuat adik malas beribadah dan malas membaca alquran, ganti channel ya yang lebih bermanfaat ya, bunda sayang adik, merasa rugi bila waktu adik terbuang percuma" Saat itu juga sang anak justru mematikan TV, karena tak ada tayangan yang bagus.

📝 Ketika anak menyaksikan ibunya shalat tahajjud lalu berdoa sambil menangis, anak bertanya kenapa bunda menangis? "Bunda takut sama api neraka nak karena banyaknya dosa, bunda bermohon pada Allah agar kelak di masukkan ke surga yang penuh kesenangan dan kebahagiaan. Bunda melakukan shalat wajib juga shalat tahajjud demi berharap dirindukan surga, kita harus taat pada Allah"

📈 Bunda mencoba menyentuh fithroh ananda sambil memeluknya erat. Tak lama kemudian esok harinya, anandapun meminta kepada bundanya, "Bunda besok bangunkan ananda shalat tahajjud, ananda mau masuk surga bersama bunda"

📈 Itu adalah sekelumit kisah menstimulasi berpikir dan naluriyyah anak usia dini. Anak terlahir di atas fitrah yang suci, bersih tak ternoda. Orang tualah yang membuat fitrahnya ternoda, sebagaimana hadist: "Tidaklah seorang anak lahir kecuali dalam keadaan fitrah, lalu orang tuanyalah yang menjadikannya yahudi, atau nasrani atau majusi"

🍃 Fitrah anak itu adalah Islam, Allah berikan dalam kelurusannya dan dalam kemudahannya dapat menerima sentuhan aqidah islam dalam pendidikan. Maka tugas kita orang tua adalah menjaga fitrah anak kita tetap dalam kebersihan dan kesuciannya.

🍃 Maka disinilah kita bisa memahami konsep stimulasi dini pembentukan kepribadian islam anak. Artinya orang tua dalam mendidik harus bisa menstimulasi fitrah ini agar anak taat pada Allah dengan kesadaran dan tuntunan wahyu.

🍃 Konsep mendidik dengan fitrah membutuhkan pengungkapan bahasa aqidah untuk menyetel pemikiran ananda agar senantiasa di atas landasan aqidah. Membutuhkan kekayaan bahasa ibu dan kecerdasan ibu mencelupkan keimanan pada jiwanya.

🍃 Seringkali kesulitan dalam mendidik anak disebabkan kita kita mendidik keluar dari fitrah anak, sehingga anak keras dan bandel. Atau kita biarkan dia dirusak fitrahnya oleh yang lain. Bila ibu dalam berbicara dan berbahasa menodai fitrah anak, besar kemungkinan anak sulit dikendalikan dan menjadi anak pembantah dan pelawan, karena ibu kering dari sentuhan fitrah dalam mendidik.

🍃 Jagalah fitrah anak kita dengan baik, dengan demikian kita dapatkan ananda kelak sebagai sosok muslim sejati yang senantiasa menghadapkan wajahnya pada agama fitrah yang lurus (Islam). Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Islam sesuai fitrah Allah, disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Arrum: 30)

🍃 Mengingat Allah menciptakan manusia di atas fitrah yang lurus, maka sangat memungkinkan bagi kita untuk percaya diri bahwa Allah akan membimbing kita  dan anak-anak kita selalu bersama dalam fitrah yang sama dan tidak pernah terpisah pisah, selalu dalam pemikiran Islam yang sama dan dalam ketaatan yang sama hingga kelak di yaumul akhir.

"Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak, pada hari itu mereka terpisah-pisah" TQS ar-Rum: 43. 

Wallahu a'lam bishshowab.

---------------
Pertanyaan #1

Apakah berarti mendidik anak dengan fitrahnya ini ada kaitanya dengan kecerdasan kita dalam memilih kata-kata dan menggunakan bahasa kepada anak ustadzah?

Jika iya, apa saja yang harus di lengkapi selain itu. Mohon contoh nya Ustadzah. Biasanya proses itu makan waktu berapa lama sampai anak mulai terbentuk kepribadian sesuai fitrahnya?

Jawaban:

Bahasa adalah alat untuk memahami dalam metode belajar, yaitu menyampaikan ilmu dengan proses berpikir dan menerima ilmu juga dengan pemikiran. Maka kecerdasan bahasa orang tua mutlak diperlukan dalam komunikas  mendidik.

Tetkait dengan menyentuh fithrah anak, maka butuh suasana ruhiyyah dalam berbahasa, ini artinya orang tua juga harus paham bagaimana strategi meletakkan landasan aqidah bagi pola berpikir anak dan bagaimana membuat pola halal dan haram bagi perilakunya.

Untuk anak usia dini, mengingat dia belum memiliki kesadaran rasional, maka sentuhan naluri beragama sangat tepat untuk menggunakan bahasa fitrah.

Misal, anak malas diajak shalat, maka ayah bunda bisa berbahasa seperti ini..

Ananda hari ini sudah menghitung seberapa banyak menghirup udara? Siapakah yang menciptakan udara? Apakah manusia bisa ciptakan udara? Yup! Ananda sudah tahu kan bahwa Allah SWT yang menciptakan udara dan ananda bisa menikmatinya setiap hari tanpa harus membayarnya.

apakah Allah SWT pernah menghentikan persediaan udara untuk kakak? tidakkan? Bagaimana kalau tiba-tiba Allah SWT menghentikan udara yang ada disekitar kita 30menit saja? Apakah kita masih bisa bernafas? Tentu tidak ya nak...

Nah anak shaleh gak boleh malas shalat, sebagai bentuk bersyukur pada Allah...

Jika ananda dengan sentuhan itu tetap tidak mau shalat, tidak boleh dipaksa. Namun setidaknya ayah bunda sudah memberikan pendidikan terbaik dalam membangun fithrahnya dan memotivasi aqidah, kelak yakinlah pelajaran seperti ini akan terngiang saat ananda sudah bertambah usia..

Satu lagi konsep pendidikan usia dini adalah stimulasi dan konsep diri positif, perkara anak mengamalkan atau tidak bukanlah target. Yang harus difikuskan adalah kebenaran dalam proses mendidik..

Wallahu a'lam bishshowab✅

---------------------
Pertanyaan #2

Assalamu'alaikum. Ustadzah, apakah dalam mendidik anak usia dini(AUD) usia 4-6 tahun, membutuhkan sikap tegas dari orang tua? Apakah ada batasan dan ukuran sikap tegas orang tua dalam mendidik AUD usia 4-6 tahun? Jazakumullah khoiron katsir

Jawaban:

Wa'alaikumussalak wr wb

Ketegasan apakah yang di maksud?

Anak AUD belum bisa disiplin, baru bisa dikenalkan disiplin maka disinilah pentingnya membuat anak 4-6 tahun program belajar untuk pengalaman hidupnya.

AUD itu pada dasarnya suka-suka, sulit diatur dan potensinya luar biasa. Sementara informasi yang masuk dalam benaknya masih sedikit. Maka wajar apa yang dia pikirkan tidaklah sama dengan apa yang di pikirkan oleh orang dewasa.

Misal begini bagi anak AUD bermain hujan-hujanan itu membahagiakan, menyenangkan dan tidak menimbulkan sakit. Tapi bagi orang tua pertimbangannya lain lagi, ribet, tidak bermanfaat, basah-basahan, cucian akan semakin bertambah dll.

Nah itulah anak AUD, dimana orang tua harus melayaninya bak raja kata Ali bin Abi Thalib Karomallahu Wajhah. Semua kebutuhannya harus dipenuhi baik kebutuhan jasmani maupun naluriyahnya agar anak bisa tumbuh kembang dengan baik.

Ketegasan dalam perkara syariah bisa dimulai di usia 7 tahun, di usia 10 tahun ketegasan itu semakin serius.

Berdasarkan apa yang dikatakan Rasulullah SAW, bahwa perintahkanlah anakmu shalat di usia 7 tahun dan pukullah ia di usia 10 tahun jika dia meninggalkan shalat.

Wallahu a'lam bishshowab✅

---------------------
Pertanyaan #3

Bagaimana mengatasi tantrum anak agar sesuai dgn fitrahnya? Jazakillah...

⁠⁠⁠Jawaban:

Tantrum itu karena anak ada masalah. Disini orang tua harus paham dari mana permasalahan anak itu muncul.

Pada dasarnya masalah anak itu muncul dari penuhan kebutuhan jasmani dan naluri. Jika salah satu dari kedua hal ini tidak terpenuhi maka anak akan masalah dan bisa jadi tantrum.

Jadi disinilah orang tua harus piawai dalam menganalisa kebutuhan-kebutuhan tadi. Misal anak butuh tidur ibu memaksanya makan. Atau anak butuh pergi ke mesjid ayah tidak mau mendampingi malah menyuruh anak bermain. Terang saja anak akan rewel dan bisa saja ngadat.

Terkadang apa yang di minta anak sebenarnya bukan kebutuhan tetapi keinginan. Misal anak di bawa ke pengajian, namun tidak beberapa lama anak mulai bete, rewel minta jajan. Ibu yang tadinya sudah komitmen tidak akan memberikan jajan tidak membelikannya, maka anak tadi terus meminta.

Pada kondisi ini keinginan anak itu tidak harus dipenuhi karena kita tahu anak minta jajan bukan karena lapar tapi karena bete tadi. Maka ibu bisa melakukan pengalihan pada kegiatan tertentu yang dia senangi dan mendidik. Disinilah butuh program dalam membersamai anak.

Wallahu a'lam bishshowab✅

-----------------------------------
Pertanyaan #4

Assalamu'alaikum wr wb,

Dari umur berapa seharusnya orang tua mulai menerapkan pendidikan anak untuk sholat dan membangunkan sholat subuh? Karena anak saya yang pertama umur 4.5 thn kadang mau dan kadang-kadang tidak mau di suruh sholat ustadzah.

Jawaban:

Waalaikumussalam wr wb

Mengajarkan anak tentang shalat diupayakan sejak sedini mungkin bu. Untuk AUD 0-6 tahun konsepnya stimulasi, dia melakukan karena terstimulasi bukan dipaksa atau diancam. Jadi kalau rentang usia itu masih on off tidak mengapa, toh Allah SWT juga belum mewajibkan kenapa pula kita harus meminta dia shalat full.

Anak diperintahkan shalat usia 7 tahun dan di pukul jika tdk melakukan di usia 10 tahun. Karena usia 7 tahun itu adalah usia dimana akal anak sudah terbentuk dan naluriyyahnya sudah siap di biasakan untuk taat pada Allah SWT. Berdasarkan usia ini pula semua konsep pendidikan Islam sudah bisa di terapkan.

Pendidikan Islam itu disamping berbasis aqidah Islam, berbasis orang tua juga berbasis usia.

Wallahu a'lam bishshowab✅

----------
⁠⁠⁠⁠⁠🔐🔐 BREAK 

Alhamdulillah wa Jazakillah kepada ustadzah Yanti Tanjung atas waktu dan ilmunya, semoga menjadi amal yang mulia disisi Allah. Mari kita tutup dengan doa:

الحمد لله رب العالمين
نستغفر الله العظيم

سبحانك اللهم وبحمدك نشهد أن لا إله إلا أنت. نستغفرك ونتوب إليك

Maha suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-MU kami bersaksi tiada Tuhan kecuali Engkau. Kami memohon ampunan-MU dan bertaubat pada-MU

Wassalamualaikum wa rahmatullah
-------------
Catatan:
Bagi ayah bunda yang menginginkan bergabung di group wa Parenting HSG PPU silahkan mengisi form online Daftar Group WA Parenting 

Like dan Share : FB Homeschooling PPU
Email : hsgkuppu@gmail.com
Telp/WA : 0853 4848 9448 (Faiz Abdillah)

Donasi, Infaq, Shodaqoh serta Dukungan dari ayah bunda untuk HSG PPU silahan klik: DONASI

Materi WA Parenting HSG PPU 03 - Anak usia dini dalam tumbuh kembang lanjutan

Diskusi Group WA Parenting HSG PPU #03 (Lanjutan pertanyaan)




بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد للّهِ الواحد القهار، المتكبر الجبار ذي الجلال والإكرام، هو الخالق المدبر و هو على كل شيء قدير. والصلاة والسلام على سيد المرسلين وإمام المتقين وعلى آله وصحبه، ومن دعا بدعوته و إلتزم بطريقته وجعل العقيدة الإسلامية أساسا لفكرته. أما بعد




🌸 Assalamualaikum wa rahmatullah. Alhamdulillah 'ala kulli haal, berjumpa dalam diskusi ilmu, semoga ayah bunda dalam keadaan sehat dan dalam ridho Allah. Kepada Allah jua tempat bersyukur. Mari kita mulai dengan doa majlis, biridho lillahi ta'alaa alfatihah.

Insyaallah pekan diskusi masih tetap dengan tema ANAK USIA DINI DALAM TUMBUH KEMBANG. Bagi yang bertanya silahkanan dilayangkan via admin dengan format


🌸 Nama ayah bunda/ nama anak dan usia/ pertanyaan
-------
Pertanyaan #8


Assalamu'alaikum wr wb. Ustadzah, bagaimana treatmen anak yang sudah mengcopy paste kebiasaan orang tua saat marah (mis:dengan ancaman, apabila anak marah kata-kata yang keluar dari lisannya sama persis dengan apa yang orang tua katakan saat menghukumnya), berapa lama proses pemulihannya ustadzah?

Jawaban:

Assalamualaikum wr wb

Semoga ayah bunda senantiasa diberi kemudahan dalam ilmu dan dalam mendidik anak-anak

Waalaikumussalam wr wb
Treatmen pada anak yg sudah meniru kebiasaan buruk orang tuanya, yang paling efektif adalah dengan merubah pola asuh dan pola didik orang tua, menyadari segera kesalahan yang dilakukan, segera pula berbenah mendidik dengan ilmu. Dengan demikian anak pun akan berubah insya Allah.


Pendidikan dalam islam itu disamping berbasis aqidah islam juga berbasis orang tua.

✅Wallahu a'lam bishshowab✅

-----------
Pertanyaan #9

Assalamu'alaikum wr wb. Ustadzah, bagaimana mengajarkan konsep pahala, hal yang sholeh dan tidak sholeh kepada anak umur 3 tahun lebih, misalnya: belum bersedia meminjamkan mainan untuk adiknya, tidak  memukul adiknya, dsb

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb
Anak usia dini itu memang belum bisa berpikir rasional apalagi berpikir tentang pahala dan dosa, belum selalu bisa berbagi dan yang dia pahami adalah kepentingam sendiri. Untuk hal inilah ayah bunda bersabar.

Bersabar dalam hal apa? 
Bersabar dalam memberikan informasi yang benar dan selalu mengulang informasi tersebut dalam bahasa anak dan dalam variatif bahasa. Disini di tuntut kecerdasan bahasa ayah ibu. 

Ketika informasi sdh diberikan bukan berarti lantas anak bisa langsung amalkan, bisa jadi akan mengulang-ulang kesalahan. Maka pengalihan sangat memungkinkan untuk dilakukan agar tidak membahayakan adiknya atau tantrum.

Untuk konsep pahala tentunya harus senantiasa dikaitkan sebagai bentuk stimulasi aqidah.

Misal ," kakak sholeh, mainannya boleh di pinjamkan ke adik ya...Allah suka sama orang yang berbuat baik loh, Allah akan balas kebaikan kakak dengan pahala berlimpah...."

Jika kakak masih belum mau berbagi, maka ulangilah lagi kalimat-kalimat dengan basis aqidah tersebut dengan kekayaan bahasa orang tua.


Wallahu a'lam bishshowab✅

---------
Pertanyaan #10

Assalamu'alaykum warahmatullah.
Afwan ustadzah,  Bagaimana pembagian tugas antara ayah & ibu dalam mendidik anak..? Jazakumullah..

Jawaban:

wa'alaikumussalam wr wb

Sebelum membahas tentang pembagian tugas, yang terpenting adalah kesamaan visi, kesamaan misi dan kesamaan harapan, antara ayah dan ibu. Hal ini sangatlah penting mengingat ke duanya memiliki peran yang tidak bisa digantikan antara satu dan lainnya, jika ayah dan bunda menyekolahkan ananda di sekolah yang telah memiliki program parenting, maka wajib bagi keduanya untuk menghadiri agenda tersebut agar arah pendidikan dan tujuan keluarga yang ingin di capai dapat dengan muda dijalani bersama. 

Dengan harapan setelah ayah dan ibu rutin mengikuti agenda parenting yang dilaksanakan sekolah kekeliruan dan kesalahan persepsi tentang bagaimana menjalankan konsep, metode yang benar dalam mendidik anak dapat dilaksanakan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan.

Wallahu a'lam bishshowab✅

---------
Pertanyaan #11

Assalamu'alaikum, ustadzah Yanti yang saya cintai karena Allah. Benarkah baby walker itu bisa menghambat tumbuh kembang bayi? Saya pernah di nasehati seseorang katanya baby walker itu tidak baik untuk bayi, karena dapat menghambat tumbuh kembangnya. Tapi ada juga yang berpendapat katanya tidak apa-apa. Mohon penjelasan ustadzah.

Jawaban:

waalaikumussalam wr wb

Lihat kepentingannya saja bu, jika memang di butuhkan untuk membantu sesaat meringankan pengasuhan karena kita ada beberapa pekerjaan di rumah, saya pikir tidak ada masalah bagi tumbuh kembang fisik anak. Asalkan baby walkernya  tidak menjadi ketergantungan, Insya Allah tidak apa-apa

Wallahu a'lam bishshowab✅

----------
Pertanyaan #12


Apa pengaruhnya pada diri anak saat kemarahan ayah memuncak lalu memukul anak, ibu langsung mengingatkan ayah untuk tidak memukul anak dengan menjelaskan efek negatifnyanya di depan anak

Jawaban:

Jika ayah marah pada anak sepanjang tidak dengan fisik, ibu bisa menahan diri dulu, tidak menjatuhkan wibawa ayah saat itu, bersikap diamlah.

Jika ayah kelihatan marah sekali dan hendak melakukan tindakan fisik, maka ibu segera tanggap memanggil ananda dan membawanya menjauh dari ayah, karena akan membahayakan anak.

Ibu bersabar tanpa mengatakan apa pun sampai ayah reda. 

Setelah suasana tenang, maka ibu boleh membuka komunikasi dengan anak terlebih dahulu, berdiskusilah kepada anak dengan mengapa ayah marah kepada anak, jika anak memang salah mintalah kerelaannya untuk meminta maaf kepada ayah. Jika anak tidak salah jelaskan bahwa mungkin ayah sedang banyak masalah, sedang banyak pikiran, sedang jauh dari Allah SWT, maka adik maafkan ayah ya...dokan semoga Ayah dilindungi Allah SWT. 

Pada kesempatan lain ibu pun mencari waktu yang tepat untuk berkomunikasi dengan ayah tentang kejadian tersebut dengan teknik komunikasi yang ma' ruf tanpa terkesan menggurui. Mintalah kesempatan pada ayah agar ibu menjelaskan bagaimana pola pendidikan anak yang benar dan menyentuh aqidahnya bahwa anak adalah amanah serta kita memiliki tanggung jawab yang agung dalam proses mendidik mereka menjadi anak yang bertaqwa kepada Allah SWT.


Mudah-mudahan dengan cara seperti ini bukan melemahkan jiwa anak tetapi justru akan lebih menguatkannya, karena anak bisa mengambil pelajaran dari setiap kejadian meskipun itu berawal dari kekecewaannya kepada ayah.

Wallahu a'lam bishshowab✅

---------
Pertanyaan #13

Assalamu'alaikum wr wb, hal apa saja yang harus kita perhatikan terkait perkembangan anak usia dini? Apakah suasana sekitar perlu mendukung hal ini padahal ligkungan sekitar belum mendukung? dan bagaimana sikap/langkah kita?

Jawaban:

Waalaikumussalam wr wb.

Yang harus di perhatikan adalah proses berpikir ananda, pemenuhan kebutuhannya baik kebutuhan fisik maupun naluriyahnya. Tentu berkaitan dengan lingkungan yang kondusif. Lingkungan ini merupakan kewajiban ayah bunda dalam rangka menjaga fitrah anak tetap dalam fitrahnya.


Kalau sekiranya tidak bisa, maka jadikan apapun kejadiannya mampu menguatkan anak bukan melemahkannya 

Wallahu a'lam bishshowab✅

-------------
Pertanyaan #14

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh. 
Afwan, bunda jenis mainan seperti apa yang bisa membantu tumbuh kembang anak saya di usianya sekarang, saya khawatir jika salah dalam memilihkan mainan justru dapat merusak proses perkembangannya.. jazakillah khoiron katsir

Jawaban:

Waalaikumussalam wr wb

Tentunya mainan edukatif bu, setiap mainan bisa dilakukan edukasi dalam stimulasi. Misalkan dalam motorik halus bisa dengan pasir, memeras kelapa, mengaduk terigu dll. Motorik kasar bisa dengan berjalan, berlari, melempar dll. Untuk indera, misalkan indera pendengaran dengan tilawah al Qur'an, indera mata bisa dengan warna, bentuk dll. Hanya jangan sampai dilupakan adalah basis aqidah dalam setiap permainan yang kita berikan kepada anak, dengan kalimah thoyyibah, tahlil, tasbih dll


Dari sini bunda bisa pilihkan permainan yang paling sesuai dengan target-target pembelajaran yang sesuai dengan usia anak.

✅Wallahu a'lam bishshowab✅

-------------
🔐🔐 BREAK 

Alhamdulillah wa Jazakillah kepada ustadzah Yanti Tanjung atas waktu dan ilmunya, semoga menjadi amal yang mulia disisi Allah. Mari kita tutup dengan doa
الحمد لله رب العالمين
نستغفر الله العظيم

سبحانك اللهم وبحمدك نشهد أن لا إله إلا أنت. نستغفرك ونتوب إليك

Maha suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-MU kami bersaksi tiada Tuhan kecuali Engkau. Kami memohon ampunan-MU dan bertaubat pada-MU


Wassalamualaikum wa rahmatullah


-------------

Catatan:
Bagi ayah bunda yang menginginkan bergabung di group wa Parenting HSG PPU silahkan menghubungi no telp/ wa admin yang tertera di bawah artikel ini atau bisa juga dengan mengisi form online di link Daftar Group WA Parenting

Like dan Share : FB Homeschooling PPU
Email : hsgkuppu@gmail.com
Telp/WA : 0853 4848 9448 (Faiz Abdillah)

Donasi, Infaq, Shodaqoh serta Dukungan dari ayah bunda untuk HSG PPU silahan klik: DONASI

Minggu, 20 Agustus 2017

Materi WA Parenting HSG PPU 02 - Anak usia dini dalam tumbuh kembang lanjutan

Diskusi Group WA Parenting HSG PPU #02 (Lanjutan pertanyaan)


بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد للّهِ الواحد القهار، المتكبر الجبار ذي الجلال والإكرام، هو الخالق المدبر و هو على كل شيء قدير. والصلاة والسلام على سيد المرسلين وإمام المتقين وعلى آله وصحبه، ومن دعا بدعوته و إلتزم بطريقته وجعل العقيدة الإسلامية أساسا لفكرته. أما بعد



🌸 Assalamualaikum wa rahmatullah. Alhamdulillah 'ala kulli haal, berjumpa dalam diskusi ilmu, semoga ayah bunda dalam keadaan sehat dan dalam ridho Allah. Kepada Allah jua tempat bersyukur. Mari kita mulai dengan doa majlis, biridho lillahi ta'alaa alfatihah.

Insyaallah pekan diskusi masih tetap dengan tema ANAK USIA DINI DALAM TUMBUH KEMBANG. Bagi yang bertanya silahkanan dilayangkan via admin dengan format
🌸 Nama ayah bunda/ nama anak dan usia/ pertanyaan

---------------------
Pertanyaan #4

Assalmu'alaikum. Usadzah.., anak saya kecanduan nonton kartun Dodo hingga lihat tv di tempat tidurnya sangat girang. Awalnya supaya bisa menenangkan kalau si kakak rewel tapi kok jadinya hanya kartun Dodo yang menarik dan tidak suka di ajak berbicara terlebih kepada orang di luar rumh. Bagaimana cara mengatasinya?

Jawaban:

Waalaikumussalam wr wb

Alhamdulillah hari ini masih diberi kesempatan membersamai ayah bunda dalam majelis mulia ini, semoga kita semua dalam perlindungan terbaik. aamiin ya Robbal 'alamin.

Salah satu dampak tontonan memang demikian, indra penglihatan anak lebih terstimulasi dan akan mempengaruhi otaknya sehingga perhatiannya akan selalu pada tontonan. Jika ayah bunda tidak bisa membatasi maka anak akan merasa nyaman dengan TV, apalagi tanpa pendampingan untuk merespon pemahaman-pemahanam yang ananda dapatkan dari TV.

Jika anak sudah TV eduction maka akan mengganggu konsentrasi belajar dan akan merusak fokus. Anak akan sulit mendengarkan panggilan ortu dan nasehat2. 

Sebaiknya anak usia dini tidak membutuhkan TV, jika tidak bisa dihindari maka di batasi baik tontonan maupun lamanya ia menonton.

Sisi lain anak juga butuh kegiatan dalam pembelajarannya, maka ayah bunda harus dibuatkan program yang lebih menarik dari program yang ditayangkan di channel-channel TV.

✅Wallahu a'lam bishshowab✅

----------------------------------
Pertanyaan #5

Assalamualaikum wr wb..., Ustadzah pada usia berapa dan Bagaimanakah sikap dan bahasa yang tepat untuk mengajarkan batasan aurat dan menutup aurat pada anak usia 0-6 tahun?

Jawaban:

Waalaikumussalam wr wb

Memgajarkan tentang aurat itu sedini mungkin, namun untuk dorongan mengamalkan usia 4 tahun karena ananda di usia ini dikenalkan untuk mandiri dan disiplin terhadap apa yang sudah dia tahu. 

Larangan menampakkan aurat harus sudah selesai di usia 7 tahun, karena usia ini ananda tidak boleh masuk hayatul khash (kamar) orang tua di 3 waktu aurat, yakni (saat menjelang sholat shubuh, saat istirahat di siang hari dan waktu malam setelah  isya)

Syariat tiga waktu aurat ini ananda sudah memahami dan mengamalkan tentang aurat.

✅Wallahu a'lam bishshowab✅

----------------
Feedback

Bagaimn cara mengatasi ananda agar kembali suka bermain normalnya batita yang lain, apakah dengan cara menghilangkan menonton tv? umur berapa boleh menonton tv? Terima kasih atas penjelasannya ustadzah

Jawaban:

Mengatasinya, bisa TVnya ditiadakan tapi diganti dengan program yang lebih menarik. Bisa jadi awalnya sulit tapi anak usia dini sejatinya sangat mudah dialihkan.

Kalau orang tua bisa membatasi silahkan lakukan. Hanya kalau anak usia dini itu punya banyak strategi meluruhkan hati orang tua agar keinginanya terpenuhi, maka di sisi ini orang tua harus istiqamah.

TV bisa diberi jika anak sudah paham kepentingannya.

✅Wallahu a'lam bishshowab✅

-----------------
Pertanyaan #6

Assalamu'alaikum...Ustadzah, seperti penjelasan lalu setiap anak itu unik dgn bawaan karakter sendiri,terkadang guru di sekolah itu suka membanding-bandingkan anak yang sopan, tidak aktif dan tidak bikin repot bu guru dengan anak yang aktif sehingga terkesan tidak sopan dan suka bikin repot gurunya. Terlebih guru di sekolah itu tidak mau tahu tentang anak didiknya. Anak saya sudah duduk di bangku SD. 

Anak saya itu menjadi malas untuk sekolah karena sudah minder, terlebih lagi jika ada PR yang tidak bisa dikerjakannya. Anak saya itu dari kecil sudah di hina dan di remehkan oleh tantenya, jadi rasa minder itu luar biasa merasuk dalam dirinya. Padahal di rmh sudah saya motivasi dan katakan bahwa yang membedakan itu bukan dari fisikny tapi ketakwaan individunya.  Kalau masih ada orang tuanya dia masih bisa mentolerir rasa mindernya, tapi pernah suatu ketika dia tinggal berbeda kota dengan orangtunya dia menjadi uring-uringan tidak bersemangat sekolah. 

Bagaimana cara mengembalikan kepercayaan dirinya agar dia tidak minder dan siap utk menghadapi ujian hidup disaat ortunya sdh tdk ada didunia?

Jawaban

Waalaikumussalam wr wb


Karena anak itu unik makanya orang tua harus benar-benar mendidik anak sesuai dengan tumbuh kembang dan konsep pendidikan yang sudah diajarkan Islam kepada kita.

Jika sekolah hanya membuat anak jadi rusak kepribadiannya, lebih anak tadi tidak di sekolahkan, di didik sendiri oleh orang tua jauuuh lebih baik bagi anak, setidaknya hingga anak usia 10 tahun.

Di sinilah pentingnya kita memahami apa tujuan mendidik anak yang merupakan tanggung jawab orang tua, sekolah hanya membantu. 

Bila sekolah tidak bisa membantu lantas untuk apa anak di sekolahkan. Maka pilihan sekolah, pilihan guru, pilihan kurikulum merupakan perhatian serius dari ayah dan bunda sebagai bagian tanggung jawab yang agung. 

Mengatasi keminderan ananda karena pola asuh dan pola didik yang salah di masa lalu memang tidak mudah, namun bukan berarti tidak bisa juga, insya Allah bisa hanya butuh kesabaran.

Hal yang perlu dilakulan saat ini:
  1. Memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak di rumah.
  2. Memberikan lingkungan yang baik termasuk sekolah
  3. Memberikan pendisikan terbaik sesuai konsep islam
✅Wallahu a'lam bishshowab✅

-----------
Pertanyaan #7

Assalamu'alaikum...Mohon tips dari ustadzah agar saat kesal dan marah orang tua tidak melampiaskan kekesalan dan kemarahannya kepada anak?

Jawaban:

Waalaikumussalam wr wb

Beberapa tips berikut mungkin bisa dilakukan ayah bunda:
  1. Memahami tumbuh kembang anak bahwa anak di usia itu tidak memahami makna marah selain ayahnya membencinya.
  2. Selalu ingat syariah Islam bahwa haram hukumnyam mendidik dalam keadaan marah
  3. Sebelum marah istighfar dulu nggih...he he
  4. Setelah itu silahkan duduk sesaat
✅Wallahu a'lam bishshowab✅

----------
⁠⁠⁠⁠⁠🔐🔐 BREAK 

Alhamdulillah wa Jazakillah kepada ustadzah Yanti Tanjung atas waktu dan ilmunya, semoga menjadi amal yang mulia disisi Allah. Mari kita tutup dengan doa:

الحمد لله رب العالمين
نستغفر الله العظيم

سبحانك اللهم وبحمدك نشهد أن لا إله إلا أنت. نستغفرك ونتوب إليك

Maha suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-MU kami bersaksi tiada Tuhan kecuali Engkau. Kami memohon ampunan-MU dan bertaubat pada-MU

Wassalamualaikum wa rahmatullah
-------------
Catatan:
Bagi ayah bunda yang menginginkan bergabung di group wa Parenting HSG PPU silahkan menghubungi no telp/ wa admin yang tertera di bawah artikel ini atau bisa juga dengan mengisi form online di link Daftar Group WA Parenting

Like dan Share : FB Homeschooling PPU
Email : hsgkuppu@gmail.com
Telp/WA : 0853 4848 9448 (Faiz Abdillah)

Donasi, Infaq, Shodaqoh serta Dukungan dari ayah bunda untuk HSG PPU silahan klik: DONASI

Mengatasi Kecanduan Online

Gambar: google.com
Bismillah

95% orang tua di perkotaan pada umumnya sudah familiar dengan dunia online, terutama yang bertempat tinggal di daerah dengan akses data yang cepat serta beragam pilihan pembelian paket akses internet tentu hal ini memiliki 2 efek yang saling bersinggungan layaknya 2 sisi mata uang koin, sisi positif dan sisi negatif. Sebagai orang tua yang memiliki visi misi yang baik untuk kebaikan keluarga tentu mengharapkan dapat memanfaatkan teknologi guna memberikan nilai kebaikan di dalamnya. Namun terkadang banyak yang terlena ketika sudah berada di dunia maya, bahkan waktunya banyak terbuang sia-sia ketika sudah terhubung dengan dunia maya. Saat ini, hampir disetiap waktu dan kesempatan, jika kita berhenti sejenak lalu memperhatikan di sekitar kita, fenomena orang-orang yang sedang asyik memencet smartphone, senyum dan tertawa dengan gadget dalam genggaman tangan, duduk bersebelahan tanpa interaksi verbal diantara mereka bahkan di sebuah kesempatan tak jarang kita temukan beberapa orang tua justru asyik memperhatikan layar smartphonenya ditengah acara yang sedang berlangsung entah itu dalam pertemuan resmi ataupun di sebuah event kegiatan yang butuh fokus kepada pembicara. 

Hal ini tentu harus disikapi dengan bijaksana, untuk itu dirasa perlu kiranya bagi para orang tua, ayah bunda untuk bisa memahami pentingnya membatasi diri dari kecanduan online. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan online berlebihan pada orang dewasa,orang tua bahkan anak-anak kita:

1. Fokus pada tujuan  saat berinternet
Berinternetlah hanya saat membutuhkan saja. Di saat ayah bunda membutuhkan data, referensi, membaca berita portal, mencari bahan ajar, dll. Bukan semata-mata untuk tujuan iseng apalagi sebagai pelarian dari masalah dari depresi, gelisah, problematika rumah tangga, permasalahan anak, permasalahan di tempat kerja, dll. Demikian pula saat memanfaatkan jejaring sosial media, sungguh sia-sia jika hanya menjadikannya sarana menumpahkan keluh-kesah, kekesalan, curhat dan sejenisnya yang sama sekali tidak perlu di ekspose. Apalagi kemudian menghabiskan waktu dan energi untuk mengomentari dan diskusi yang tidak ada ujungnya karena berakhir dengan debat kusir. Jika memiliki masalah, lebih baik langsung curhat dan meminta nasihat kepada orang yang bisa memberikan jalan keluar.

2. Kurangi sedikit demi sedikit kebiasaan di internet
Sekalipun berinternet untuk tujuan positif, tetap harus membatasi diri. Demikian pula bagi anak-anak, harus dibatasi walaupun itu untuk sarana belajar. Cobalah untuk mengurangi sedikit demi sedikit kebiasaan terlalu lama di depan internet. Misalnya, jika umumnya dalam waktu sehari kita terbiasa menghabiskan waktu 10 jam berinternet, untuk awal maka kita bisa mengurangi waktunya 2 jam untuk melakukan kegiatan dan aktifitas yang lebih membutuhkan aktifitas fisik seperti bercengkrama dengan keluarga, bermain dengan anak-anak, membaca buku ataupun menghafalkan al Qur'an. Apalagi yang terbiasa online menggunakan smartphone/HP umumnya jumlah intensitas internet yang dilakukan cukup besar bahkan mungkin ada yang sampai 24 jam meskipun tidak setiap hari. Ini jelas sudah akan merampas waktu kita untuk kegiatan positif yang lainnya.

3. Ubah pola kebiasaan online
Salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan dengan internet adalah dengan mengubah pola kebiasaan berinternet. Kalau bisa menelepon langsung orang yang kita tuju lebih baik ketimbang chatting. Kalau ada produk yang di jual offline, lebih baik dari pada membiasakan diri windows shopping di dunia maya, dengan begitu akan mengurangi waktu online kita.

4. Atur ulang jadwal rutinitas
Bangun tidur atau habis shubuh, jika biasanya langsung online, tundalah nanti setelah sarapan di pagi hari. Lebih baik berinteraksi dulu dengan keluarga karena bisa mempererat keharmonisan hubungan. Jika sepulang dari kantor langsung nongkrong di internet, tunggulah sampai setelah makan malam atau setelah anak-anak tidur.

5. Buat waktu libur online
Jika memungkinkan, buatlah jadwal khusus hari tanpa internet. Atau jika tidak memungkinkan batasi waktu online dalam 1 hari, misal : 60-120 menit perhari. Begitu pula dengan waktu onlinenya, kita bisa membuat kesepakatan waktu online hanya di hari sabtu dan ahad, online saat waktu sore, ataupun malam hari

Allah SWT memberikan kepada manusia teknologi untuk kemudahan kehidupan, untuk itu berikanlah porsi yang tepat dalam penggunaan maupun beraktifitas di dalamnya, semoga dengan adanya teknologi semakin membuat kita semakin taqwa kepada Allah SWT, semakin menguatkan hubungan silaturahmi diantara sesama kita, mendekatkan yang jauh bukan sebaliknya. Aamin ya Robbal 'alamin. (FA)

Sumber : Tabloid media umat edisi 91 dengan beberapa perubahan dan penambahan

Like dan Share : FB Homeschooling PPU
Email : hsgkuppu@gmail.com
Telp/WA : 0853 4848 9448 (Faiz Abdillah)

Donasi, Infaq, Shodaqoh serta Dukungan dari ayah bunda untuk HSG PPU silahan klik: DONASI